10
Dec

Berpuasa di Negeri Mulia

Prof Dr Apridar, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara

SUHU udara di Arab Saudi sepanjang ramadhan tahun ini diperkirakan 60 derajat celsius. Beruntung, ketika saya dan jamaah umrah lainnya menapaki negeri mulia itu, suhu udara berkisar 40 – 50 derajat celsius saban hari. Bagi masyarakat Asia, termasuk Indonesia seperti saya tentu suhu itu terbilang sangat panas. Di Indonesia, suhu 38 derajat celsius sudah masuk dalam kategori cuaca ekstrem. Sehingga, “perjuangan” masyarakat Asia melaksanakan ibadah umrah di tanah suci menjadi semakin luar biasa.

          Selain itu, di negeri penuh berkah ini, puasa semakin lama. Dimana dalam waktu 24 jam, matahari bersinar selama 15 jam. Praktis seluruh umat muslim di Arab Saudi berpuasa selama 15 jam sehari. Dua kali lipat lamanya dibanding berpuasa di tanah air. Kebiasaan berpuasa di tanah air berubah 180 derajat ketika tiba di negara ini. Lihat saja, perbedaan waktu. Malam hanya tersisa sembian jam. Selama itu pula digunakan untuk seluruh ibadah malam, seperti shalat tarawih, tadarus dan subuh.

Perbedaan waktu dan suhu udara tak menyurutkan semangat melaksanakan ibadah, seluruh jamaah umrah dan masyarakat Saudi terlihat sangat menikmati dan khusuk berpuasa di negeri ini. Buktinya, tidak ada masjid yang sepi, seluruhnya penuh dengan lautan manusia. Data Pemerintah Arab Saudi menyatakan kapasitas Masjidil Haram saat ini sebanyak 3 juta jamaah. Berasal dari berbagai negara di dunia.

          Di sini, shalat Isya dan tarawih dimulai pukul 21.00 waktu Arab Saudi dan berakhir hingga tepat pukul 24.00 waktu Saudi. Bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah shalat tarawih delapan rakaat ditambah witir tiga rakaat, bisa langsung meningalkan masjid atau beristirahat sejenak sebelum meninggalkan rumah Allah SWT. Seluruh umat muslim menghormati perbedaan tarawih dan witir antara 11 dan 23 rakaat di negeri ini.

          Setelah tarawih usai dini hari, dua jam berikutnya sekitar pukul 02.30 waktu Saudi, jamaah sudah siap-siap melaksanakan ibadah shalat Subuh. Subuh dimulai pukul 04.00 waktu Saudi. Praktis jamaah hanya memiliki 2,5 jam untuk istirahat.

          Lelah dan penat itu terbayarkan ketika mendengar imam membacakan ayat Al Quran. Suara mengalun merdu. Menyentuh dan menggetarkan ruang kalbu. Ini pla yang menyebabkan energi yang terkuras sepanjang hari seakan hilang seketika.

Budaya Sedekah 

Sepanjang ramadhan, seluruh masyarakat berlomba-lomba bersedekah. Baik itu jamaah umrah asal negara lain maupun masyarakat Saudi. Di Masjidil Haram yang menampung tiga juta jamaah, disediakan menu berbuka puasa untuk seluruh jamaah. Aneka menu makanan disiapkan di masjid tersebut. Sehingga, ketika berbuka puasa, jamaah umrah antar negara bisa berbuka secara bersama. Dari situ, silaturahmi dan kekeluargaan terbangun dengan baik.

Pemerintah Saudi sangat menjaga kenyamanan masyarakat beribadah. Ini pula yang membuat rehab menyeluruh Masjidil Haram tidak dilakukan di semua bagian. Hanya beberapa bagian tertentu yang dilakukan pengerjaan oleh sejumlah pekerja selama ramadhan ini. Sehingga, suara bisik dari pekerjaan pembangunan itu tidak menganggu masyarakat beribadah.

Untuk menjaga kenyamanan pula, Pemerintah Saudi menyiagakan tentara dan polisi secara bergantian di kompleks masjid. Mereka mengatur para jamaah agar mendapatkan tempat duduk. Di sudut masjid yang telah penuh dengan jamaah, langsung diberi pembatas, sehingga jamaah tidak berdesakan dan menumpuk di satu sudut saja. Hal ini membuat jamaah tak perlu susah mendapatkan tempat untuk beribadah.

Saat ini, juga sudah dipisahkan antara jamaah laki-laki dan perempuan. Kondisi itu tidak terlihat ketika tahun 2010 saat saya berkunjung ke negeri mulia ini. Saat itu, sebagian jamaah perempuan masih bersisian dengan jamaah laki-laki. Kini, Saudi semakin siap menyambut kedatangan para jamaah di seantero dunia. Melaksanakan ibadah puasa di tanah suci adalah berkah tersendiri. Dan, untuk itu marilah kita bersyukur pada sang pencipta, seraya berdoa agar masyarakat lainnya di tanah air bisa segera merasakan berpuasa di negeri mulia ini. Amin.

 

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *