10
Dec

Kegigihan Korsel Berwirausaha

Prof Apridar

MUSIM dingin masih membekap sejumlah pendatang ketika saya menginjakkan kaki di Bandara Incheon Internasional Airport, Seoul, Korea, 16 Maret 2015. Sepanjang Maret ini suhu di Korea Selatan berkisar antara 3-9 derajat celcius. Sangat dingin untuk ukuran warga Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan.

Seluruh tubuh dibalut mantel tebal untuk mengusir hawa dingin yang membekap tubuh. Saya bersama rombongan mengunjungi Korea kali ini untuk menghadiri acara bertajuk 2015 knowledge sharing program with Indonesia 16-20 Maret 2015. Difasilitasi oleh Korea Development Institute (KDI) dan didukung oleh Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib.

Indonesia dan Korea merupakan dua negara merdeka pada tahun yang sama namun berbeda nasib di akhir cerita. Korea merdeka pada 15 Agustus 1945, dan dua hari kemudian 17 Agustus 1945, Indonesia mendeklarasikan kemerdekannya. Namun, negara dengan 50,2 juta penduduk itu bangkit dari kemiskinan. Menyadari membangun negara dengan bertumpu pada lahan pertanian saja tidak cukup.

Maka, elit Korea mencoba mendisain konsep ekonomi, pendidikan, membenahi tata tranfortasi darat, laut dan udara. Serta konsep ekonomi kreatif dan jiwa wirausaha di kembangkan secara masif pada rakyat Korea. Salah satu bukti nyata kemajuan Korea adalah bandara tempat ini-Incheon Internasional Airport-bandara terbaik dunia sejak tahun 2005 hingga kini. Bandara sangat luas, sehingga seluruh penumpang tak perlu berdesakan di pintu keberangkatan. Konsep ini mulai ditiru Indonesia untuk Bandara Internasional Kuala Namu, Medan.

            Namun, Indonesia belum meniru bagaimana rakyat negeri ginseng itu pro aktif dalam kegiatan berwirausaha. Gerakan Nasional Kewirausahaan belum digarap secara masif. Gerakan ini mulai masuk ke perguruan tinggi, namun belum menyentuh akar rumput-masyarakat-di seluruh pelosok Nusantara. Sebaliknya, Korea Selatan menggalakkan wirausaha sejak usia dini. Para orang tua di Korea Selatan telah mendidik anaknya agar bekerja di sektor kreatif, berdagang atau memiliki keahlian pada sektor industri tertentu, seperti garmen, mesin sepeda motor dan mobil atau lain sebagainya.

Kondisi itu menghantarkan Korea, dengan 65 produk baik itu produk telekomunikasi, pertanian, dan otomatif dijual secara global ke seluruh dunia. Maka, Korea 70 tahun lalu dari negara miskin berubah menjadi salah satu negara kaya dunia. Korea menanamkan semangat kewirausahaan pada seluruh rakyat negeri ginseng itu.

            Sehingga tidak heran, pelajar mengah atas di Korea telah mampu menciptakan robot mainan anak-anak yang diekspor ke seluruh negara dunia, termasuk Indonesia. Aneka robot itu lalu

Di sektor pendidikan, Korea Selatan konsisten memberikan dana penelitian pada para dosen di seluruh perguruan tinggi. Bahkan, dana penelitian juga diberikan untuk mitra luar negeri seperti Indonesia. Seluruh penelitian diharapkan bisa menghasilkan produk tertentu untuk membantu kemaslahatan umat manusia. Misalnya, penelitian yang melahirkan teknologi pertanian, otomatif dan industri lainnya. Sehingga, prinsip akademisi-pemerintah-industri benar-benar diterapkan. Peneliti dari kampus pun berlomba-lomba melahirkan temuan tercanggih dan termurah sehingga bisa diproduksi secara massal dan dilepas ke pasar. Ini yang belum maksimal dilakukan di Indonesia.

Jika Korea Selatan telah mampu mendanai penelitian tesis, disertasi di sejumlah perguruan tinggi negara itu, Indonesia bahkan belum mampu memberikan dana penelitian yang mencukupi untuk seluruh dosennya. Korea sadar, bahwa integrasi antara akademisi, pemerintah dan industri bisa mendorong percepatan ekonomi negara itu.

            Dari sektor wisata, Korea juga agresif menawarkan segudang kenyamanan untuk wisatawan dari berbagai dunia. Jika berkunjung ke Korea, kita akan disambut dengan senyum ramah, bersahabat dan santun oleh sejumlah karyawan di bandara terbesar negara itu. Hal yang sama kami rasakan ketika tiba di Grand Intercontinental Seoul Hotel, tempat berlangsungnya acara. Pekerja hotel ini secara santun menjelaskan banyak hal tentang lokasi wisata, tempat bersejarah dan jalur transfortasi murah menuju lokasi wisata itu. Sesuatu yang masih langka kita temui di Indonesia. Hanya beberapa wilayah saja di Indonesia seperti Bali, Lombok, yang sudah nyaman dikunjungi wisatawan. Lalu bagaimana daerah lainnya? Meniru hal positif dari negeri ginseng ini merupakan satu keniscayaan. Sepatutnya kita belajar banyak dari negara yang merdeka di bulan dan tahun yang sama dengan Indonesia.

 

Comments ( 0 )

    Leave A Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *