THE BLOG

10
Dec

Sambutan Peletakan Batu Pertama RSP Unimal

img_9668

SAMBUTAN

PELETAKKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN

SUMAH SAKIT PENDIDIKAN [RSP]

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

3 SEPTEMBER 2015

Assalamualaikum Wr Wb

 

Yth

  1. Danrem 011 Lilawangsa
  2. Danlanal Lhokseumawe
  3. Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib
  4. Dandim 0103 Aceh Utara
  5. Kapolres Lhokseumawe
  6. Kapolres Aceh Utara
  7. Kajari Lhokseumawe
  8. Kajari Lhoksukon
  9. Ketua PN Lhoksukon
  10. Ketua PN Lhokseumawe
  11. Para Pembantu Rektor/Dekan/Pimpinan Lembaga di Universitas Malikussaleh
  12. Para Keuchik/Tgk Imum/Sekdes/Ketua Pemuda di sekitar Universitas Malikussaleh
  13. Seluruh hadirin yang hadir

Syukur alhamdulillah, hari ini kita diberikan kesempatan untuk menghirup udara dan menjalani hidup oleh Allah SWT.

Shalawat dan salam, kita sanjungkan ke pahlawan revolusi dunia, Nabi Muhammad SAW. Beliaulah yang telah merubah perdaban ke arah Islami seperti saat ini.

img_9777

Bapak/Ibu yang saya hormati

Izinkanlah saya menyampaikan riwayat awal pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Malikussaleh, ini. Sejak awal kehadiran Universitas Malikussaleh dikhitbatkan untuk membantu pemerintah, berkontribusi dalam pembangunan dan sebesar-besarnya untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Dalam tri dharma disebutkan, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

read more

10
Dec

Unimal Membangun

REKTOR Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof Dr Apridar meletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unimal di Kampus Utama Reuleut, Aceh Utara, Rabu lalu. Rumah sakit senilai Rp 400 miliar itu akan dibangun dengan sistem multi years.

Rumah sakit itu merupakan rumah sakit pertama yang dibangun kampus di Aceh.
Rektor Unimal Prof Apridar menyebutkan untuk tahap awal akan dibangun dengan dana sebesar Rp 20 miliar dan satu gedung ruang kuliah umum untuk Fakultas Kedokteran senilai Rp 9 miliar.

read more

10
Dec

Biro Rektor Unimal dan 4 Fakultas Kirim Bantuan ke Pidie Jaya

img-20161210-wa0014

LHOKSEUMAWE – Biro Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara dan empat fakultas di kampus itu telah mengirimkan bantuan untuk korban gempa di Pidie Jaya. Keempat fakultas itu yakni fakultas hukum, fakultas kedokteran, fakultas teknik dan fakultas ekonomi dan bisnis.

Pada hari pertama gempa, 7 Desember 2016, Pembantu Rektor II Bidang Keuangan, Hendra Raza memimpin tiga bus berisi relawan dari staf dan dosen untuk membantu masyarakat korban gempa. Rombongan ini juga membawa satu bus berisi kebutuhan sembilan bahan pokok.Continue Reading..

read more

09
Dec

SDM Berintegritas

Prof Dr Apridar

Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara

Email apridarunimal@yahoo.com

 

BANGSA ini didirikan dengan semangat bebas dari belenggu penjajahan, kemiskinan, dan bebas dari kebodohan. Tujuan mulia pendiri bangsa itu patut diteruskan oleh generasi berikutnya, generasi hari ini dan generasi mendatang. Untuk itulah, tak habis-habisnya diskusi tentang penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) terus dilakukan. Ditambah lagi, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mewajibkan seluruh anak bangsa untuk menyiapkan SDM yang andal sekarang juga.Continue Reading..

read more

09
Dec

Aceh dan Janji Jokowi

 Apridar

Kunjungan Presiden Joko Widodo selama dua hari di Aceh (9-10/3) lalu sepertinya menjanjikan perbaikan perekonomian dan kesejahteraan bagi daerah di ujung Sumatera tersebut. Presiden menaburkan janji di semua daerah kunjungan, mulai dari Sabang, Lhokseumawe, sampai pedalaman Paya Bakong, sebuah kecamatan terpencil di Kabupaten Aceh Utara.

Rangkaian janji itu bisa menjadi pengobat hati bagi masyarakat Aceh untuk memulai lembaran baru penuh cinta kepada Republik, atau sebaliknya menjadi bom waktu yang menambah ketidakpercayaan Aceh kepada Indonesia yang hanya memberikan janji tapi nihil realisasi.Continue Reading..

read more

09
Dec

Jalan Panjang Bank Aceh Syariah

Prof Apridar

PEMBENTUKAN Bank Aceh Syariah secara mandiri tampaknya perlu didiskusikan kembali. Ide Pemerintah Aceh untuk memisahkan Bank Aceh Syariah dari Bank Aceh (spin off), tampaknya perlu dikaji kembali.

Jalan panjang pembentukan Bank Aceh Syariah secara mandiri akan menjadi isu menarik untuk didiskusikan sepanjang tahun ini. Pasalnya, pengesahan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Perioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBA 2015 baru-baru ini tidak menampung penyertaan modal untuk pendirian bank itu. Artinya, tahun ini, Bank Aceh Syariah secara mandiri hanya tertulis pada kertas Qanun pendirian bank tersebut yang telah disahkan oleh DPRA.Continue Reading..

read more

09
Dec

Ihwal Damai Aceh

PROF DR APRIDAR

PERJANJIAN damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berusia sepuluh tahun pada 15 Agustus mendatang. Sejatinya, angka ini tidak hanya dilihat sebagai capaian  statistik semata dengan peringatan seremonial yang diliput media dalam dan luar negeri, lalu dilupakan seiring berakhirnya hiruk pikuk perayaan. Masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang wajib diselesaikan—baik oleh pemerintahan Aceh maupun pemerintah Pusat.

Perjanjian damai itu bisa dilihat melalui banyak sisi. Bagi rakyat Aceh yang sudah puluhan tahun didera konflik bersenjata, perjanjian damai menjadi momentum perubahan kehidupan yang lebih manusiawi. Terlepas dari rasa takut, bebas beraktivitas, dan bebas menjalankan ibadah. Jatuhnya korban masyarakat sipil akibat konflik bersenjata bisa terhindari.

read more

09
Dec

Dilema Pembangunan Pesisir

Apridar

 

RENCANA besar Presiden Joko Widodo untuk mengarahkan pembangunan fokus pada kawasan pesisir dan laut merupakan suatu keniscayaan sejarah. Hal itu melihat luas lautan dan sejarah masa lampau yang bertitik tolak menjaga kedaulat bangsa dari laut. Ide besar sejatinya disambut dengan perencanaan yang detail, matang dan aplikatif untuk pengembangan masyarakat pesisir. Setidaknya, dua kementerian terkait dengan pembangunan pesisir yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Desa dan Transmigrasi.

read more

09
Dec

Pemeringkatan Semu

APRIDAR

Guru Besar Ekonomi dan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh

Orientasi pada peringkat sudah menyusup ke berbagai sendi kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Sejak kecil, kita dituntut untuk meraih nilai (angka) tertinggi untuk semua mata pelajaran. Setelah menerima rapor, pertanyaan pertama yang disodori ke anak; “Dapat rangking berapa?”

          Berada di peringkat atas merupakan kebanggaan, bahkan mendapat penghargaan dari guru atau orang tua. Sebaliknya, berada pada peringkat akhir dianggap sebagai kegagalan yang memalukan. Anak-anak malu berada di peringkat 11 dari 35 murid, apalagi kalau berada di posisi 35 dari 35 murid. Orang tua ikut malu, anak-anak pun bisa menjadi bahan olok-olok kawan sekolah.  “Dosanya” hanya karena peringkat yang jauh di bawah, sebuah sistem penilaian yang justru tidak kita temukan di negara maju.

read more

09
Dec

Tawaran Solusi Pembangunan Aceh

Prof Apridar

 

KETERSEDIAAN dana besar ternyata tidak menjamin persoalan kompleks yang dihadapi Aceh bisa diselesaikan. Sebagai daerah konflik, permasalahan warisan konflik masa lalu ditambah persoalan yang baru tentu semakin menambah keruwetan persoalan pembangunan di provinsi ini. Jika ditamsilkan, persoalan Aceh saat ini layaknya benang kusut. Butuh energi dan waktu untuk mengurai benang itu agar lurus dan bisa digunakan kembali untuk menjahit persoalan. Dari soal ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan sektor pembangunan lainnya.

read more